BANYAK orang tua mengeluh karena anaknya sulit diatur. Nasihat tidak didengar. Perintah sering dibantah. Adab kepada orang tua mulai hilang. Padahal, sering kali masalah itu tidak muncul begitu saja. Anak belajar dari apa yang ia lihat setiap hari di rumah.
Jika seorang istri mudah membangkang kepada suami, sering meremehkan perkataannya, suka melawan di depan anak-anak, maka tanpa sadar anak sedang belajar satu pelajaran berbahaya : “Ayah tidak perlu dihormati.”
Akibatnya, anak pun tumbuh menjadi pribadi yang mudah melawan. Karena rumah tidak lagi dibangun di atas kepemimpinan dan penghormatan, tetapi ego dan pertengkaran.
Sebaliknya, ketika seorang istri menghormati suaminya, menjaga lisannya, menaati dalam perkara yang baik, dan menunjukkan adab yang mulia di depan anak-anak, maka anak akan belajar menghormati orang tua. Mereka melihat langsung bagaimana akhlak itu dipraktikkan. Rasulullah saw bersabda :
“Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, berpuasa Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan menaati suaminya, maka dikatakan kepadanya: masuklah ke surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.” (HR. Ahmad)
Taat kepada suami bukan berarti rendah atau tertindas.
Justru taat itulah kemuliaan wanita shalihah. Karena rumah tangga tidak akan kokoh jika masing-masing ingin menjadi pemimpin.
Demikian pula suami harus menjadi teladan yang baik. Jangan menuntut ditaati jika akhlaknya kasar, suka marah, malas ibadah, atau tidak bertanggung jawab. Kepemimpinan dalam Islam dibangun dengan kasih sayang, keteladanan, dan tanggung jawab.
Maka jika seorang ibu mengeluh mengapa anak-anaknya tidak nurut dan suka membangkang sehingga membuatnya sedih dan sakit hati, introspeksilah. Mungkin itu buah dari ketidaktaatannya kepada suami. Lebih suka membantah suami daripada diatur oleh suami dalam perkara yang makruf.
Anak-anak sebenarnya sedang merekam semua perilaku orang tuanya. Mereka mungkin tidak selalu mendengar nasihat kita, tetapi mereka selalu meniru kehidupan kita.
Maka jika ingin anak mudah dinasihati, perbaikilah dulu hubungan suami istri. Perbaiki dulu ketaatan istri kepada suaminya. Karena rumah yang penuh adab akan melahirkan anak-anak yang penuh hormat.
Satria Hadi Lubis

Komentar