Jakarta – Ketua Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Ustaz Bachtiar Nasir, menyampaikan sikap tegas menolak rencana keanggotaan Indonesia dalam organisasi Board of Peace (BOP) yang dipimpin Donald Trump. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Markas AQL, Jakarta pada Minggu (1/3/2026).
Dalam pernyataannya, Bachtiar Nasir menilai bahwa langkah bergabung dengan BOP perlu dikaji lagi secara mendalam karena berpotensi berdampak pada kedaulatan dan arah kebijakan nasional. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan strategis yang menyangkut posisi Indonesia di kancah internasional harus mengutamakan kepentingan rakyat serta prinsip-prinsip konstitusi.
“Kami secara tegas menolak keanggotaan Indonesia dalam BOP. Kami terus mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait keanggotaan ini. Pertimbangan ideologis, politik, dan ekonomi harus benar-benar dikaji secara transparan,” ujarnya.
Sebagai Ketua Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia, Bachtiar Nasir menyebut pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah tokoh dan akademisi untuk membahas implikasi keanggotaan tersebut. Hasil kajian internal, menurutnya, menunjukkan adanya sejumlah aspek yang dinilai belum sejalan dengan kepentingan nasional.
Ia juga mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog publik agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh mengenai manfaat dan risiko dari rencana tersebut. “Keterbukaan informasi menjadi kunci agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut.
(Yons Achmad/Erabaru.id)

Komentar