Nasional
Beranda » Aktivis Islam Luncurkan Forum Studi Sosial Politik

Aktivis Islam Luncurkan Forum Studi Sosial Politik

Sejumlah aktivis Islam meluncurkan Forum Studi Sosial Politik sebagai wadah kajian dan respon terhadap berbagai dinamika politik di Indonesia. Inisiatif ini digagas oleh aktivis Islam, Nuim Hidayat, dan diluncurkan dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman MS Kaban, mantan Menteri Kehutanan pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (Bogor, Sabtu,7/3/2026)

Dalam sambutan peluncurannya, Nuim Hidayat menjelaskan bahwa forum tersebut dibentuk untuk merespons berbagai peristiwa sosial dan politik yang terjadi di Tanah Air. Menurutnya, kehadiran lembaga ini diharapkan dapat menjadi ruang diskusi, kajian, sekaligus kontribusi pemikiran bagi masyarakat.

“Forum Studi Sosial Politik ini kami buat dalam rangka merespons berbagai peristiwa politik yang terjadi di tanah air. Kami merasa perlu ada wadah yang secara serius mengkaji dan memberikan perspektif terhadap dinamika sosial politik yang berkembang,” ujar Nuim Hidayat.

Ia menambahkan, ke depan forum tersebut memiliki beberapa agenda utama yang akan dijalankan secara berkelanjutan.

“Setidaknya ada tiga hal yang akan kami lakukan. Pertama, menjadikan forum ini sebagai lembaga riset sosial politik kontemporer. Kedua, memublikasikan hasil kajian sosial politik dalam bentuk artikel, kolom maupun buku. Ketiga, menggelar beragam event atau kegiatan yang berkaitan dengan isu sosial politik terbaru,” jelasnya.

Sementara itu, tuan rumah acara, MS Kaban, menyambut baik lahirnya forum tersebut. Ia berharap lembaga ini dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi umat dan bangsa.

“Saya menyambut baik peluncuran Forum Studi Sosial Politik ini. Mudah-mudahan forum ini bisa menjadi ruang berpikir dan berdiskusi yang memberi manfaat bagi umat dan bangsa,” kata Kaban.

Dalam kesempatan itu, Kaban juga mengingatkan pandangan tokoh nasional Mohammad Natsir mengenai demokrasi.

“Seperti yang pernah dikatakan Pak M. Natsir, demokrasi itu sebatas alat atau pintu gerbang menuju kekuasaan, selain diskusi kita juga perlu masuk ke dalamnya,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan mengenai apakah umat Islam mampu membangun kekuatan besar dalam kehidupan politik nasional, Kaban menilai hal tersebut sangat mungkin dilakukan selama ada kebersamaan.

“Mampukah umat Islam membangun kekuatan besar? Jawabannya bisa, asalkan ada kebersamaan. Saya sering mengibaratkan seperti dalam shalat, selalu diingatkan untuk merapatkan barisan. Begitulah seharusnya umat Islam, bersatu dan merapatkan barisan, jika ingin menang,” tutur Kaban.

(Yons Achmad/Erabaru.id)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *