Oase
Beranda » Daya Tarik Seorang Murobi

Daya Tarik Seorang Murobi

Ada yang perlu kita perkuat dalam diri kita sebagai seorang pendidik dan murabbi. Daya tarik seorang pendidik. Dalam bidang psikologi komunikasi sering disebut atraksi interpersonal.

Para dai dan murabbi harus memperkuat atraksi interpersonalnya. Bukan bermain gimmick di forum, tapi daya tarik otentik dalam dirinya. Seorang trainer dan pembicara publik bisa bermain gimmick, tapi seorang murabbi berbeda. Membina adalah kerja panjang.

Berbeda dengan pembicara publik yang dibatasi durasi waktu, tugas seorang murabbi nyaris 24 jam. Ia harus tampil otentik, tapi kuat dalam daya tarik.

Apa saja daya tarik yang otentik itu? Tentu sangat banyak. Tapi mari kita merujuk empat poin di antaranya dari hadits Rasulullah Saw.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ؟, قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ, قَالَ: ” كُلُّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ قَرِيبٍ سَهْلٍ“

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. ia berkata: telah bersabda Rasulullah Saw.

“Maukah kamu aku tunjukkan orang yang diharamkan neraka baginya?” Para sahabat menjawab, “Tentu saja wahai Rasulallah!”

Beliau Saw. menjawab, “Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl.” (H.r. At-Tirmidzi).

Empat daya tarik seorang murabbi. Pertama, hayyin. Pribadi yang tampilannya matang, tenang, kekuatan ruhiyahnya terpancar, tidak bersumbu pendek, dan tidak mudah baperan. Kedua, layyin. Tutur katanya santun, tidak menyakitkan, tidak merendahkan, dengan sikap yang lembut pada sesama. Tidak gampang men-judge dan menghakimi.

Ketiga, qaribin. Dekat dan mudah didekati. Akrab dengan siapapun. Gampang bergaul dan mudah berbaur. Tidak elitis dalam berinteraksi. Keempat, sahlin. Murabbi itu gampang dan tidak rumit. Tidak jual mahal. Tidak menerapkan protokoler ketat layaknya pejabat. Dia mudah dan bikin segala hal terasa mudah.

Keempatnya merupakan aspek yang memperkuat dukungan emosional murabbi terhadap mutarabbi. Ia menguatkan kohesivitas kelompok binaan dalam jangka panjang. Kita perlu melatih diri agar keempatnya tumbuh bersemi dalam diri para murabbi.

Dwi Budiyanto. Dosen UNY.

Berita Terkait

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *