Internasional
Beranda » Trump Berjanji AS Akan Mengawal Kapal yang Terjebak di Selat Hormuz

Trump Berjanji AS Akan Mengawal Kapal yang Terjebak di Selat Hormuz

Presiden Donald Trump mendorong rencana berkode “Project Freedom” untuk menggunakan militer Amerika Serikat guna mengawal kapal-kapal kargo keluar dari Selat Hormuz, di mana Iran secara efektif telah menutup lalu lintas pelayaran dan menjebak kapal-kapal dengan ancaman serangan.
Trump mengumumkan inisiatif tersebut, yang dijadwalkan berlangsung Senin pagi waktu Timur Tengah, melalui platform Truth Social di tengah perang yang sedang berlangsung dengan Iran. Pemerintahan Trump juga sedang mempertimbangkan proposal terbaru Iran yang terdiri dari 14 poin untuk mengakhiri permusuhan, meskipun wakil ketua parlemen Iran mengatakan negaranya “tidak akan mundur” dari penguasaannya atas jalur air strategis tersebut.
Mengapa Ini Penting
Selat Hormuz merupakan salah satu titik paling krusial dalam jalur pelayaran global. Blokade Iran telah mengguncang pasar minyak dan gas sejak AS dan Israel melancarkan perang pada 28 Februari. Pupuk yang sangat dibutuhkan petani di seluruh dunia juga biasanya melewati jalur ini.
Iran mengklaim kendali atas selat tersebut dan mengenakan tarif pada kapal yang tidak berafiliasi dengan AS atau Israel—sebuah langkah yang menantang kebebasan navigasi dalam hukum internasional. Misi angkatan laut AS untuk mengawal kapal keluar dari selat akan menjadi eskalasi militer yang signifikan.
Serangan Terbaru
Sebuah kapal kargo di dekat selat melaporkan diserang oleh “beberapa kapal kecil” pada hari Minggu, menurut pusat pemantauan militer Inggris. Ini merupakan bagian dari sedikitnya dua lusin serangan di sekitar wilayah tersebut sejak perang dimulai. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat.
Iran membantah adanya serangan dan menyatakan kapal tersebut hanya dihentikan untuk pemeriksaan dokumen. Namun, tingkat ancaman di wilayah itu tetap tinggi.
Perahu patroli Iran—sebagian kecil dan sulit dideteksi—menjadi tantangan tersendiri. Bulan lalu, Trump memerintahkan militer AS untuk “menembak dan menghancurkan” kapal kecil Iran yang menanam ranjau di selat tersebut. Gencatan senjata tiga minggu sejauh ini masih bertahan, meskipun Trump mengatakan kemungkinan serangan lanjutan tetap ada.
Pengumuman “Project Freedom”
Trump mengumumkan misi pengawalan laut AS sebagai langkah kemanusiaan untuk membantu negara-negara netral yang kapalnya terjebak.
Ia mengatakan banyak negara meminta bantuan AS untuk membebaskan kapal mereka yang “tidak terlibat dalam konflik”. Trump menyatakan ia telah memerintahkan perwakilannya untuk melakukan “upaya terbaik” guna mengeluarkan kapal dan awaknya dengan aman.
Ia menegaskan kapal-kapal tersebut tidak akan kembali ke wilayah itu sampai kondisi aman. Operasi ini diberi nama Project Freedom dan akan dimulai Senin pagi waktu Timur Tengah.
Trump juga menyebut langkah ini sebagai bentuk niat baik, termasuk terhadap Iran, dan mengatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung positif.
Ia menambahkan bahwa banyak kapal mengalami kekurangan makanan dan kebutuhan dasar, sehingga operasi ini juga bersifat kemanusiaan.
Namun, Trump juga memperingatkan bahwa setiap gangguan terhadap operasi tersebut akan “ditangani dengan tegas”.
Tekanan Ekonomi terhadap Iran Menteri Keuangan AS menyatakan bahwa pendapatan Iran dari tarif kapal relatif kecil dibandingkan pendapatan minyak sebelumnya. Sementara itu, penyimpanan minyak Iran semakin penuh dan berpotensi memaksa penghentian produksi.
Mata uang Iran, rial, juga melemah tajam terhadap dolar AS. Kondisi ekonomi yang memburuk dilaporkan menyebabkan hilangnya banyak pekerjaan di dalam negeri.
(Adeola Adeosun/Newsweek)

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *