Dalam rapat kerja tahunan yang berlangsung 6-7 Juni 2026 di Bogor, Dewan Dakwah Depok bertekad menjadi Dewan Dakwah teladan se tanah air.
Hal itu mengemukakan dalam musyawarah rapat tahunan di Ciawi Depok. Karena itu Dewan Dakwah selain aktif dalam dakwah di masyarakat, juga bertekad akan memberikan saran atau solusi bagi berbagai permasalahan di kota Depok.
Ketua Dewan Pertimbangan Dewan Dakwah Depok ustadz Nuim Hidayat menegaskan bahwa kemuliaan umat Islam disebut dalam Al Quran ada syaratnya.
Dalam surat Ali Imran 110 dijelaskan bahwa umat Islam diberikan Allah kemuliaan bila melaksanakan amar makruf nahi mungkar. Bila meninggalkan kewajiban ini maka Allah tidak memberi kemuliaan. Amar makruf nahi mungkar sangat luas aspeknya, baik bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain lain.
Kemuliaan umat Islam ini berbeda dengan rasa rasa bangga kaum Yahudi, bangsa Cina, Amerika dll yang merasa hebat meski mereka melakukan kezaliman. Bangsa Israel merasa dirinya ras pilihan Tuhan meski telah melakukan kezaliman dengan membantai lebih dari 73ribu orang sejak tahun 2023.
Sementara itu ustadz Hasan Basri Siahaan Ketua Dewan Dakwah Depok menyampaikan kegembiraannya raker Dewan Dakwah ini dapat diikuti sekitar 25 orang. Ia mengharapkan para pengurus bekerja keras untuk mensukseskan program program Dewan Dakwah tahun 2026 ini.
Untuk tahun 2026 ini Dewan Dakwah Depok akan mengadakan pelatihan dai dan khatib, pelatihan public speaking dan writing, pengadaan rumah al Quran, pembangunan rumah Dakwah, pengajian masyarakat dan pengurus, pembentukan koperasi Dewan Dakwah dan lain lain.
Sementara itu tokoh senior Dewan Dakwah Depok ustadz Muhsin MK dalam tausiyahnya menjelaskan bahwa Dewan Dakwah adalah warisan mulia dari tokoh tokoh Islam Masyumi. Pendirinya antara lain Mohammad Natsir, Prof Rasjidi, Mohammad Roem, Burhanuddin Harahap, Sjafruddin Prawiranegara dan lain lain.
Ustadz Muhsin menjelaskan bahwa pendirian Dewan Dakwah pada 1967 itu dilatarbelakangi oleh kemiskinan dan kebodohan umat saat itu, gerakan Kristenisasi yang marak, gerakan dakwah saat itu yang kurang berkualitas dan lain lain.
Mohammad Natsir sebagai Ketua Dewan Dakwah yang pertama, selain menumbuhkan dan mengembangkan Dewan Dakwah secara nasional, juga merajut ukhuwah dengan tokoh tokoh ormas Islam lain. Pak Natsir saat itu akrab dengan Buya Hamka, KH Masykur, KH Abdullah Syafiie dan lain lain. Tokoh tokoh muda Muhammadiyah saat itu seperti Amien Rais, Kuntowijoyo dan lain lain adalah kadernya Pak Natsir.
Nuim Hidayat

Komentar