Sosok
Beranda » Rijalul Imam: Luncurkan “Café Simbiosis” di Garut

Rijalul Imam: Luncurkan “Café Simbiosis” di Garut

Rijal, panggilan akrabnya. Nama yang tak asing di pergerakan mahasiswa muslim. Sosok ini, mantan Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), periode 2009-2011. Kawan lama saya, lulusan UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Seorang pemikir, penulis, aktivis, sekaligus pengusaha.

“Ayo main ke Garut Bro,” katanya suatu ketika.
“Siap,” saya menyambut ajakannya dengan penuh antusias.

Di tempat itu, setelah memikirkan matang dan penuh persiapan, akhirnya meluncurkan “Café Simbiosis”.

“Diharapkan dari meja-meja kecil itu bisa bersimbiosis kolaborasi bisnis-bisnis besar dan kepentingan masyarakat,” ungkapnya dengan penuh senyum.

Dituturkan lebih lanjut, karena posisinya tepat di depan kantor Bupati Garut, berharap segala perbedaan kepentingan kalau tidak bisa bertemu di titik temu, masih bertemu di ruang temu.

Kenapa bikin kafe, alasannya apa?

Jawabnya lumayan filosofis.

“Ingin memberikan ruang lebih terbuka untuk anak-anak berkreasi dan berkolaborasi Bro,” jelasnya.

Juga, katanya lagi. Untuk menjembatani gap generasi dan menampung gagasan-gagasan anak-anak Gen Z yang Mindblowing dan Care terhadap situasi dan lingkungan.

Tentang kafe ini sendiri. Cafe Simbiosis beyond kopi original Garut Premium.

Secara kopinya diambil dari kopi pilihan terbaik asli Garut.

Kopi unggulannya kopi Wedang Pro, racikan kopi herbal yang menghangatkan hubungan simbiosis suami isteri agar bisa lebih bermutualisme. Ahai.

Ada juga kopi H Sakur bukan titipan Bupati Garut sekarang Haji Syakur, tapi kopi Habatusauda Sari Kurma untuk kesehatan dan kekuatan prima.

Dikatakan Beyond kopi original Garut Premium karena perubahan besar itu tidak selalu dari proposal tebal, tapi dari obrolan singkat: “Yuk, kita ngopi!”

Begitulah cerita kafe kawan kita satu ini.

Tak lupa, ada sesuatu yang rupanya perlu diungkapkannya lagi.

“Dari Garut membawa Pesan Garuda Utama yang saya singkat Garut ,”

“Saatnya anak muda melesat terbang dengan sayap Raja Wali, dua suku kata yang sejatinya bangsa ini bisa diayomi oleh Raja Berhati Wali, atau Wali berotoritas Raja. Kita mulai dari bersimbiosis. Karena perubahan adalah tentang kita bersama,” pungkas penulis buku serial Metode King Sulaiman ini.

Baiklah kawan, semoga kafe laris manis dan bisa membawa kolaborasi dan sinergi bersama, sesuai namanya “Café Simbiosis”.

(Yons Achmad)

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *