Sebuah pertanyaan kecil, apakah reformasi jilid 2 bakal terjadi? Apakah di tahun ini beragam demo untuk sampai kepada melesengserkan Prabowo bakal terjadi? Dalam politik, semua serba mungkin. Semua bisa saja terjadi. Tapi, sepertinya, jalan menuju ke sini sulit. Walau sulit itu kategori bisa.
Di atas adalah pertanyaan “Apa”. Bagaimana kalau kita berandai, kira-kira, “Siapa” yang bakal melengserkan? Ini juga pertanyaan menarik. Kelompok Islam? Saya kira tidak. Umpamanya, kini Muhammadiyah, NU, Dewan Dakwah, PUI, Persis, Mathla’ul Anwar dll. Secara personal maupun kelembagaan, mereka menduduki posisi yang “lumayan” dan fasilitas dari pemerintahan. Jadi mustahil bakal “Berontak”.
Bagaimana dengan gerakan mahasiswa Islam. Semacam KAMMI, HMI, PMII, PII? Saya kira juga tidak bakal “Membangkang”. Secara kelembagaan, maupun personal individu, banyak yang juga punya kedudukan di pemerintahan para alumninya. Jadi, sulit juga gerakan-gerakan mahasiswa Islam ini bakal “Membangkang”. Energi sudah terlalu sibuk untuk bagaimana masuk sistem dan menikmati “remah-remah” kekuasaan.
Bagaimana dengan pasukan “Anak Abah”? Banyak yang kritis di media sosial. Tapi, sepertinya juga lagi sibuk bereskan partai sendiri. Tak lain tak bukan, sedang sibuk bangun struktur “Partai Gerakan Rakyat”. Jadi, energi sedang fokus di sini. Kelompok ini juga sedang berhati-hati, lagi persiapan bikin partai. Kalau terlalu galak, partai bakal sulit lolos pedaftaran resmi, masuk sebagai partai peserta pemilu 2029.
Bagaimana dengan PDIP? Sulit juga. Ketum Partai Megawati adalah teman baik presiden Prabowo. Kita bisa lihat, di Senayan, performa partai ini juga tidak terlalu vokal. Jinak-jinak saja. Jadi, ide menggerakkan massa untuk isu reformasi jilid 2 rasa-rasanya “hangat-hangat tai ayam”. Alias sekadar wacana warung kopi yang tidak serius.
Bagaimana dengan kelompok “Kiri” dan BEM? Bisa jadi. BEM dulunya lebih banyak dikuasai oleh PKS. Kini lebih beragam. Lebih banyak varian independensinya. Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, yang begitu “galak betul” sama Prabowo mungkin bisa jadi motor. Dia memang HMI, tapi corak ‘Kiri” nya lumayan kental. Apakah gerakan perlawanan reformasi jilid 2 bakal bisa di motori oleh kelompok ini BEM dan Kelompok “Kiri” ? Kita tunggu saja.
Satu hal yang pasti. Kita sama-sama paham. Pemerintahan ini sedang tidak baik-baik saja. Krisis ekonomi dan krisis politik tampak di depan mata. Saya percaya, seluruh elemen bangsa yang mencintai negeri ini, punya caranya masing-masing untuk berkontribusi selamatkan bangsanya. Kini, yang tersisa hanya “peran”. Mau di dalam kekuasaan, maupun di luar kekuasaan, peran penyelamatan kebangsaan ini perlu terus digerakkan. Terlihat normatif, tapi, memang beginilah seharusnya “keseimbangan” perlu dijalankan. []
Yons Achmad. Kolumnis, tinggal di Depok.

Komentar