Dalam empat hari, Paraguay kehilangan presidennya. Bukan karena kudeta, bukan karena pemilu, tapi karena satu bank digital runtuh.
Pada 3 November 2026, Bank Sentral Paraguay mengambil alih Ueno Bank. Pada 6 November 2026, Presiden Santiago Peña dimakzulkan Senat dengan suara 44-0, lalu ditempatkan dalam tahanan rumah.
Ueno bukan bank kecil. Ia melayani 3 juta nasabah, sekitar 60% orang dewasa Paraguay, di negara berpenduduk 6,5 juta jiwa. Di dalamnya terjebak sekitar 850 juta dolar AS dana publik, termasuk 380 juta dolar AS dana pensiun negara (Associated Press, 2026).
Audit Bank Sentral menemukan solvabilitas Ueno jatuh di bawah setengah batas minimum, setelah pinjaman besar diberikan ke perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan pemilik bank itu sendiri.
Dakwaan impeachment Peña pun bukan sekadar “bank bangkrut”, melainkan konflik kepentingan, manipulasi pengawasan regulator, pengalihan dana pensiun, dan cover-up institusional. Peña pernah memegang saham di induk Ueno hingga Maret 2025, dan menunjuk mantan pimpinan Ueno sebagai Gubernur Bank Sentral (Reuters, 2026).
Bagaimana mungkin sebuah bank menjatuhkan presiden? Stigler (1971) menjelaskan bahwa regulator seharusnya mengawasi industri, namun justru industri-lah yang mengendalikan regulator. Di Paraguay, penangkapan itu terjadi di level tertinggi: presiden, gubernur bank sentral, dan pemilik bank berada dalam satu lingkaran kepentingan yang sama.
Dalam konteks Paraguay, Jensen & Meckling, (1976), rakyat adalah principal yang menitipkan uang dan kekuasaan kepada agent — presiden dan bank. Ketika agent menggunakan titipan itu untuk kepentingan sendiri, yang rusak bukan hanya neraca keuangan, melainkan kontrak sosial itu sendiri.
Dalam model analisis Bardach (2024), Paraguay memilih jalan yang paling pahit tetapi paling jujur: selamatkan deposan kecil, korbankan bank dan presidennya. Pemerintah membayar simpanan hingga sekitar 38.000 dolar AS per deposan, yang mencakup 97% nasabah, dan membiarkan pemegang saham menanggung kerugian. Hasilnya sesuai logika trade-off kebijakan: 1,2 juta nasabah mulai dibayar pada 7 November, tetapi presiden jatuh dan serikat guru mengumumkan mogok nasional.
Narasi yang menang bukan soal “rasio solvabilitas”, melainkan narasi moral yang sederhana: presiden melindungi bank-nya sendiri, bukan rakyatnya.
Paraguay bukan kasus pertama. Silicon Valley Bank runtuh dalam 48 jam pada 2023 setelah nasabah menarik 42 miliar dolar AS dalam sehari (Federal Deposit Insurance Corporation, 2023). Credit Suisse, bank berusia 167 tahun, kolaps dan dipaksa merger dengan UBS. Lebanon lebih tragis: bank membekukan simpanan rakyat bertahun-tahun, mata uang jatuh 95%, negara hancur. Sri Lanka bangkrut pada 2022 dan presidennya melarikan diri. Polanya sama: krisis keuangan berubah menjadi krisis politik ketika kepercayaan hilang.
Fukuyama (1995) menyebut kepercayaan sebagai modal sosial terpenting sebuah negara. Ketika kepercayaan institusional runtuh, biaya untuk memulihkannya jauh lebih mahal daripada biaya menyelamatkan bank mana pun.
Pelajaran itu relevan bagi Indonesia, yang pada minggu yang sama menghadapi dua krisis kepercayaan.
Pertama, catatan MSCI. Sejak Januari 2026, MSCI menempatkan Indonesia dalam peninjauan. Pada Oktober 2026, MSCI membuka konsultasi untuk menurunkan Indonesia bukan satu tingkat, tetapi dua tingkat langsung ke standalone market. Alasannya: tidak transparannya struktur kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, dan free float yang tidak riil (MSCI, 2026).
Dampaknya nyata: IHSG turun lebih dari 30% tahun ini, dengan outflow asing sekitar 5 miliar dolar AS. Pemerintah merespons dengan menaikkan free float minimum dari 7,5% menjadi 15% dan OJK menjatuhkan denda Rp 2,1 triliun. Namun MSCI menunggu bukti implementasi, bukan janji. Ini adalah bentuk lain dari moral hazard: jika saham yang diklaim publik masih dikendalikan pihak terafiliasi, angka free float yang lebih tinggi tidak ada gunanya.
Kedua, kasus dugaan penyadapan Presiden. Pada 3 November 2026, Bareskrim menetapkan tiga perwira tinggi Polri sebagai tersangka, termasuk mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Pada 6 November, tersangka keempat ditetapkan. Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, menteri, jurnalis, pengusaha, dan aktivis, dilakukan sejak 2025 hingga Oktober 2026 melalui sistem Lawful Interception Management System (LIMS), tanpa permintaan penyidik, dan log-nya diduga dihapus (Reuters, 2026).
Di Paraguay, alat negara yang disalahgunakan adalah bank sentral dan dana pensiun. Di Indonesia, alat negara yang diduga disalahgunakan adalah sistem penyadap. Akarnya sama: ketika institusi yang seharusnya melindungi rakyat bisa dipakai tanpa kontrol yang transparan, kepercayaan publik runtuh lebih cepat daripada angka ekonomi.
Tiga pelajaran untuk Indonesia: Pertama, transparansi adalah infrastruktur, bukan sekadar laporan. Kedua, dana publik harus dipisahkan dari kepentingan pribadi, dan siapa pemilik manfaat akhir harus jelas. Ketiga, kecepatan mengakui masalah menentukan apakah krisis menjadi bencana. Paraguay bertindak dalam 4 hari. Lebanon tidak bertindak bertahun-tahun dan negaranya hancur.
Bank bisa diselamatkan dengan uang. Kepercayaan hanya bisa diselamatkan dengan akuntabilitas.
Indonesia sedang diuji di tiga panggung sekaligus: pasar modal, penegakan hukum, dan kepercayaan publik. Cara kita menjawabnya — bukan dengan narasi, tetapi dengan bukti — yang akan menentukan apakah kita belajar dari Paraguay, atau mengulanginya.
Robi Nurhadi, PhD
Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Nasional
Daftar Pustaka
Associated Press. (2026, November 6). Paraguay president removed after bank collapse threatens savings. AP News.
Bardach, E., & Patashnik, E. M. (2024). A practical guide for policy analysis: The eightfold path to more effective problem solving (7th ed.). SAGE Publications.
Federal Deposit Insurance Corporation. (2023). FDIC’s supervision of Silicon Valley Bank. FDIC.
Fukuyama, F. (1995). Trust: The social virtues and the creation of prosperity. Free Press.
Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360. https://doi.org/10.1016/0304-405X(76)90026-X
MSCI. (2026). MSCI global market accessibility review: Consultation on Indonesia. MSCI Inc.
Reuters. (2026, November 6). Paraguay’s Peña resigns as bank collapse triggers political crisis. Reuters.
Reuters. (2026, November 6). Indonesia names fourth senior police officer as wiretapping suspect. Reuters.
Stigler, G. J. (1971). The theory of economic regulation. The Bell Journal of Economics and Management Science, 2(1), 3–21. https://doi.org/10.2307/3003160

Komentar