Nasional
Beranda » Revitalisasi Koperasi Syariah 212

Revitalisasi Koperasi Syariah 212

Para aktivis Koperasi Syariah 212, pagi ini bakda subuh (20/6) berkumpul di Masjid Fatimah, Tebet Jakarta Selatan. Mereka membahas dan berdiskusi panjang bagaimana menghidupkan kembali Koperasi Syariah 212 agar membawa manfaat besar bagi umat Islam Indonesia.
Sebelum berdiskusi tentang koperasi, ustadz Dr Muhammad Rofiq memberikan siraman rohani terlebih dahulu. Menurutnya, bila ingin sukses sebuah gerakan, maka harus dimulai dari shalat subuh terlebih dulu. “Di dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi disebutkan mengapa salat Subuh begitu istimewa. Karena Subuh adalah salat yang paling berat, terutama bagi orang-orang yang berjihad melawan hawa nafsunya. Itulah sebabnya Subuh memiliki keutamaan yang sangat besar,” terangnya.
Rofiq menambahkan,” Karena itu ada anjuran, ketika bangun tidur, siapkan air putih di samping tempat tidur. Begitu bangun, langsung minum. Mengapa? Ternyata penelitian modern menjelaskan bahwa ketika kita minum air putih setelah bangun tidur, tubuh menjadi lebih segar dan oksigen mengalir lebih baik ke otak. Lalu kita bangun, membersihkan diri, berwudu, kemudian berangkat ke masjid. Di situlah sejarah perjuangan dimulai.”
Rofiq juga menjelaskan tentang kedigdayaan Melayu di dunia ini. Menurutnya, Kerajaan Melayu (Islam) dulu meliputi Indonesia, Malaysia, Brunei, Laos, Filipina dan lain-lain. Melayu sangatlah luas dan berpengaruh terhadap dunia.
Selain itu, ia juga menjelaskan -dengan mengutip peryataan KH Sahal pemimpin Pondok Gontor- bahwa tanah air Indonesia ini ibaratnya adalah gadis yang cantik jelita, bodinya aduhai, sehingga siapapun ingin memilikinya. Sayangnya orangtua dan saudara-saudaranya membiarkan gadis itu diperkosa ramai-ramai oleh orang lain. “Itulah yang terjadi pada tanah air kita Indonesia. Indonesia ini memiliki kekayaan alam di atas tanah dan di bawah tanah. Sedangkan Timur Tengah kekayaan alamnya hanya di bawah tanah,” jelasnya.
Ustadz Rofiq juga menjelaskan tentang pentingnya jihad dalam kehidupan umat Islam. Bila dulu para pahlawan berjihad dengan nyawanya untuk memerdekakan Indonesia, kini umat Islam perlu berjihad dengan hartanya untuk memakmurkan umat Islam (Indonesia). “Al Quran menyatukan kewajiban jihad harta dan nyawa (anfus),” tegasnya. Malah dalam al Quran sering didahulukan kata jihad harta daripada jihad nyawa.
Dalam silaturahmi para aktivis Islam itu, hadir Ketua Dewan Pengawas Koperasi Syariah (KS) 212 Muhammad Yusuf Martak, Ketua Umum Rikzanantara, Wakil Ketua Bidang Bisnis Sudadi Sugi dan lain-lain.
Sudadi dan timnya  menjelaskan secara rinci tentang bisnis yang kini dikembangkan KS 212. Yaitu donasi pemasaran air ke masjid-masjid yang disebut dengan Serasi 212 (Sedekah Air Amanat Suara Islam). Dalam skema bisnis ini, donator darimana saja bisa menyalurkan sedekah airnya dengan membeli air kemasan 212 untuk disalurkan ke masjid-masjid (khususnya Jabodetabek).
Mengapa bisnis ini dicanangkan? Karena kini banyak orang ingin menyumbangkan sesuatu ke masjid. Air adalah kebutuhan pokok bagi setiap orang, khususnya jamaah masjid. Sehingga dengan ketersedia air kemasan 212 maka kebutuhan jamaah terhadap air, akan terpenuhi. Kini sudah ada beberapa donator yang menyumbangkan uangnya untuk penyaluran air kemasan 212 ke masjid-masjid. Ke depan, diharapkan akan ada kerjasama Serasi 212 dengan kelompok Jumat Berkah, Kebersihan Masjid, Aksi Palestina dan lain-lain.
Selain itu, dalam pertemuan itu ada aktivis yang mengusulkan Koperasi Syariah 212 bergerak di bidang bisnis pengisian ulang air galon, bisnis emas Kerjasama dengan Bank Syariah Indonesia dan lain-lain.
Ada juga yang mengusulkan bahwa untuk meningkatkan citra 212 di masyarakat, agar Gerakan 212 mengadakan seminar besar tentang sikap umat Islam terhadap Prabowo. Misalnya dengan menghadirkan pembicara Habib Rizieq Shihab, Amien Rais, Bachtiar Nasir dan lain-lain. Di sela-sela acara seminar itu nanti juga dipresentasikan bisnis Koperasi Syariah 212 yang akan dikembangkan.
Koperasi Syariah 212 (KS 212) adalah koperasi primer nasional yang didirikan pada 6 Januari 2017 sebagai implementasi gerakan pemberdayaan ekonomi umat yang lahir setelah Aksi 212 yang menggemparkan pada 2 Desember 2016. Koperasi ini berlandaskan prinsip-prinsip syariah dan berbentuk koperasi, sehingga kepemilikannya berada di tangan para anggotanya.
Koperasi ini didirikan di Bogor pada 6 Januari 2017 dengan mengusung visi memperkuat ekonomi umat melalui kepemilikan bersama. Keanggotaannya terbuka bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan koperasi. Bidang usaha yang dikembangkan meliputi ritel, perdagangan, distribusi, properti, investasi, serta layanan ekonomi berbasis syariah.
Nuim Hidayat

Berita Terkait

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *