Jakarta, Erabaru.id–Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Dr. Sukamta, menyambut baik tercapainya gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel. Ia berharap kesepakatan tersebut tidak berhenti sebagai langkah temporer, tetapi berlanjut menjadi perdamaian yang permanen.
“Kita menyambut baik gencatan senjata ini dan berharap dapat terus berlanjut secara permanen. Dunia membutuhkan stabilitas, dan yang lebih penting adalah tidak ada lagi negara yang melakukan agresi terhadap negara lain,” ujar Sukamta.
Ia menilai, gencatan senjata merupakan langkah awal yang positif, namun harus diiringi komitmen kuat dari semua pihak untuk menahan diri, termasuk tidak menggunakan tekanan ekonomi dan energi yang berdampak luas bagi masyarakat global.
“Gencatan senjata ini adalah langkah positif, namun harus diiringi komitmen semua pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekuatan, termasuk dalam bentuk tekanan ekonomi dan energi yang dapat merugikan masyarakat global,” jelasnya.
Sukamta juga menyoroti rekam jejak sejumlah gencatan senjata sebelumnya yang melibatkan Israel, yang kerap diwarnai pelanggaran kesepakatan, baik di Palestina maupun Lebanon. Ia menyinggung insiden terbaru yang menelan korban jiwa di Lebanon di tengah situasi gencatan senjata.
“Ini menjadi catatan penting bahwa komitmen terhadap kesepakatan harus dijaga. Pelanggaran semacam ini berpotensi menghambat terwujudnya perdamaian kawasan. Pihak-pihak terkait, khususnya Presiden Trump, perlu memastikan semua pihak mematuhi kesepakatan gencatan senjata,” tegasnya.
Menurutnya, dinamika konflik global saat ini telah mengalami pergeseran signifikan, dari konfrontasi militer menuju tekanan sistemik di sektor energi dan ekonomi. Dalam konteks ini, kawasan strategis seperti Selat Hormuz memiliki peran krusial terhadap stabilitas global.
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan DI Yogyakarta itu menegaskan bahwa Indonesia memiliki kepentingan besar dalam menjaga stabilitas global, mengingat dampaknya terhadap sektor energi, perdagangan, dan daya beli masyarakat. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk terus mengedepankan diplomasi aktif.
“Peran Indonesia di berbagai forum internasional seperti ASEAN, Organisasi Kerja Sama Islam, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sangat penting untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai serta menolak segala bentuk agresi antarnegara,” ujarnya.
Sukamta berharap momentum gencatan senjata ini dapat menjadi pintu masuk bagi penyelesaian konflik yang lebih luas, termasuk terwujudnya kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
“Kita berharap gencatan senjata ini tidak hanya menghentikan eskalasi sementara, tetapi menjadi langkah awal menuju solusi yang adil dan permanen, termasuk kemerdekaan bagi Palestina sebagai negara berdaulat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, terutama di sektor energi dan ekonomi, agar Indonesia tidak rentan terhadap gejolak global.
“Harapan kita sederhana namun mendasar: gencatan senjata ini dapat berjalan permanen, tidak ada lagi agresi antarnegara, dan hak-hak bangsa Palestina dapat terpenuhi dalam bentuk kemerdekaan yang sah dan diakui dunia,” pungkasnya.*

Komentar