Nasional
Beranda » Mengapa Luhut Tetap Berkuasa di Pemerintahan Prabowo?

Mengapa Luhut Tetap Berkuasa di Pemerintahan Prabowo?

Bila kita mengikuti diskusi di medsos, maka nama Luhut Binsar Pandjaitan seringkali tampil. Luhut yang memainkan peran besar baik di masa Jokowi maupun Prabowo seringkali menjadi hujatan netizen. Tidak sedikit mereka yang memaki Luhut baik dengan cara kasar maupun halus.
Hujatan terakhir ke Luhut adalah soal peran besarnya mendatangkan ribuan tenaga kerja dari Cina dan pembuatan bandara Morowali. Bandara yang disebut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin negara dalam negara ini, tidak ada bea cukai dan pajak yang harusnya masuk dalam kas negara. Luhut pun membantah tudingan-tudingan itu dan menyatakan bahwa bandara untuk kenyamanan investor itu ada juga di negara-negara lain.
Luhut memang bukan penguasa militer biasa. Ia juga pebisnis yang usahanya mencakup berbagai bidang dan salah satu milyader di negeri ini. Kekayaannya diduga trilyunan. Diantara bidang-bidang bisnis Luhut adalah:
1. Pertambangan Batubara (Coal Mining)
Ini adalah sektor terbesar dan paling dikenal dari jaringan bisnis Luhut.
Jenis usaha:
• Penambangan batubara
• Pengelolaan konsesi tambang
• Jual beli dan distribusi batubara industri
Perusahaan terkait (contoh):
• PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA)
• PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN)
• PT Trisensa Mineral Utama
• PT Indomining
• PT Kutai Energi
2. Energi, Kelistrikan & Pembangkit (Power & Utilities)
Sektor ini mencakup pembangkit listrik dan penyediaan energi.
Jenis usaha:
• Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)
• Pembangkit tenaga gas
• Infrastruktur energi
Perusahaan terkait (contoh):
• PT Pusaka Jaya Palu Power
• PT Batu Hitam Perkasa (bagian dari rantai energi)
3. Minyak dan Gas (Oil & Gas)
Jaringan bisnis Luhut juga berkait dengan sektor migas, termasuk eksplorasi dan distribusi.
Jenis usaha:
• Eksplorasi migas
• Pengelolaan blok migas
• Penyediaan energi alternatif
Perusahaan terkait (contoh):
• PT Energi Mineral Langgeng
• Afiliasi dengan konsesi migas di Madura dan wilayah lain
4. Perkebunan (Agribusiness & Plantation)
Portofolio di sektor perkebunan sebenarnya tidak sebesar tambang, tetapi tetap ada dalam jaringan bisnis.
Jenis usaha:
• Perkebunan sawit
• Pengolahan CPO (crude palm oil)
• Agrobisnis terpadu
Perusahaan terkait:
• Unit usaha di bawah PT Toba Sejahtra (nama spesifik bervariasi karena beberapa tidak go public)
5. Industri & Manufaktur
Sektor yang lebih kecil, namun tetap tercatat dalam struktur bisnis grup.
Jenis usaha:
• Industri manufaktur pendukung energi
• Pengolahan komoditas
• Material & teknologi industri
Contohnya: unit industri di bawah grup energi & tambang.
6. Properti & Real Estate
Termasuk pembangunan kawasan, perumahan, gedung kantor, dan fasilitas industri.
Jenis usaha:
• Pengembangan properti
• Sewa lahan & manajemen kawasan
• Infrastruktur komersial
Beberapa media menyebut portofolio properti yang terkait kelompok Toba Sejahtra berada di Jawa dan Sumatra.
7. Transportasi & Logistik (termasuk logistik tambang)
Ini tidak selalu langsung disebut “dimiliki”, tetapi grup tambang batubara biasanya punya perusahaan logistik pendukung.
Jenis usaha:
• Jasa hauling (angkut batubara)
• Logistik pelabuhan
• Transportasi barge & tongkang
Grup tambang Luhut pasti terhubung dengan unit-unit logistik ini.
8. Teknologi & Investasi (sektor baru)
Dalam beberapa tahun terakhir, muncul pengembangan portofolio ke sektor:
• Digital economy
• Energi terbarukan
• Investasi startup
Misalnya partisipasi di proyek energi hijau dan ekosistem mobil listrik (EV).
Kelincahannya dalam bisnis dan pemerintahan menjadikan Prabowo tetap memberi peran yang penting pada Luhut. Selain sebagai Ketua Dewan Ekonomi Luhut juga diangkat sebagai Penasihat Khusus Presiden urusan Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan.
Perusahaan-perusahaan yang dimiliki Luhut itu banyak disorot oleh LSM. JATAM (Jaringan Advokasi Tambang), Walhi Kaltim, dan Greenpeace Asia Tenggara menyoroti Perusahaan itu : membiarkan lubang tambang tidak direklamasi, kerusakan DAS, hilangnya hutan di Kutai Kartanegara dan juga konsesi yang overlap dengan kawasan lindung. LSM-LSM ini menyatakan bahwa Perusahaan yang bermasalah itu adalah PT Indomining, PT Trisensa Mineral Utama dan PT Adimitra Baratama Nusantara (seluruhnya bagian dari jaringan Toba Bara).
Selain itu, Walhi, Greenpeace, dan Sawit Watch, juga pernah mempersoalkan konsesi sawit yang terkait jaringan bisnis Luhut karena: ekspansi ke kawasan gambut, deforestasi, konflik agraria, dan dugaan kemudahan izin karena kedekatan dengan kekuasaan. Perusahaan sawit di bawah kelompok Toba Sejahtera disebut terkait dengan hal ini.
Walhi Sulawesi Tenggara, JATAM, Trend Asia, dan ELSAM pada 2020-2024 juga mengkritisi kebijakan hilirisasi nikel yang didorong Luhut. Mereka menilai kebijakan itu : menyebabkan ledakan smelter yang berbahaya, memicu konflik lahan, menciptakan ketergantungan Indonesia pada Tiongkok, dan sarat kepentingan oligarki.
Banyak sebenarnya masalah yang disebabkan perusahaan-perusahaan yang dimiliki Luhut. Tapi Presiden Prabowo nampaknya tidak mau tahu soal itu. Hutang budi Prabowo pada Jokowi-Luhut menjadikan Prabowo tutup mata terhadap masalah-masalah kebijakan yang bersumber pada Luhut. Bahkan dalam kasus Morowali, kelihatan Prabowo seperti membela Luhut. Hal itu nampak dalam teguran telepon yang diberikan Prabowo kepada Menhan.
Hubungan Prabowo dan Luhut memang cukup akrab. Keduanya pernah menjadi anggota Kopassus, korps pasukan elite di TNI Angkatan Darat. Mereka pernah berada di satuan elit, khususnya di satuan anti-teror (Gultor 81/Detasemen 81). Luhut adalah komandan atau senior sedangkan Prabowo adalah bawahan. Selain itu, dalam masalah bisnis Luhut juga pernah membantu Prabowo ketika Perusahaan bisnis Prabowo dalam kesulitan.
Ingin memisahkan Luhut dengan Prabowo? Nampaknya tidak mudah. Jalinan keduanya sejak di militer, bisnis dan pemerintahan telah terjalin cukup lama. Jadi sabar saja menikmati tingkah laku Luhut yang seringkali menjengkelkan. Wallahu alimun hakim.
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik

Berita Terkait

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *