Nasional
Beranda » Prof Didik Anggak Proyek Nadiem Salah Sejak Awal

Prof Didik Anggak Proyek Nadiem Salah Sejak Awal

Ternyata, ada juga akademisi terkenal dan terpandang yang bersuara dan tak membela Nadiem Makarim bahwa Nadiem Makarim tak bersalah dan harus dibebaskan. Dialah Prof. Didik J Rachbini, Rektor Universitas Paramadina.
Di tengah membisunya aktivis antikorupsi dan lantangnya influencer berjuta-juta followers berpihak kepada Nadiem Makarim agar dibebaskan, suara Prof. Didik J Rachbini, Rektor Universitas Paramadina, seperti oase di tengah padang pasir.
Kata mereka, kasus Nadiem Makarim adalah preseden buruk bagi orang-orang pintar dan berintegritas masuk ke dalam pemerintahan. Padahal, harusnya dibalik, kalau tak mengerti pemerintahan, harusnya sejak awal jangan masuk.
Prof. Didik J Rachbini pun mengatakan begitu, tapi tak sampai mengatakannya tak bersalah. Nadiem terperangkap atau masuk jebakan Jokowi yang berambisi meng-gitalisasi-kan dunia pendidikan yang memang berbiaya besar dan tidak mudah.
Selemah-lemahnya iman dalam kasus Nadiem Makarim ini, agaknya bukan menyalahkan Nadiem, tapi menyalahkan Jokowi. Tapi menyalahkan Jokowi, tanpa terlebih dulu membuktikan Nadiem bersalah, bagaimana pula caranya?
Secara administrasi dan kebijakan, menurut Prof. Didik J Rachbini, sejak awal proyek Nadiem Makarim sebagai Mendikbudristek ini sudah salah kaprah. Ia menganggap bahwa transformasi sistem pendidikan modern bisa disulap dengan cara tekno-solusi (tech-solutionism).
Nadiem Makarim sukses di GO-JEK, tapi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi bukanlah GO-JEK. Cara kerjanya beda. Nadiem tak punya modal sosial politik yang memadai. Didukung Presiden saja ternyata tidak cukup. Harus juga didukung birokrasi dan lain-lain.
Bukan mustahil Jokowi sendiri sebagai Presiden tak tahu kesalahannya di mana dalam kasus Nadiem Makarim ini. Jokowi mungkin tahunya pendidikan kita terdigitalisasi dan ia memang terlihat terbius dengan itu. Sebab, algoritma, AI, coding, candu sekali diulang-ulang Jokowi.
Akhirnya, Prof. Didik J. Rachbini juga menyayangkan kenapa Nadiem Makarim dulunya mau ditarik ke dunia politik sebagai Menteri. Harusnya ia tetap di luar dan hebat di luar saja. Tapi apa hendak dikatakan, nasi sudah menjadi bubur. Pelajaran berharga bagi yang lain, tapi bukan dengan cara membela agar Nadiem dibebaskan. (ERIZAL)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *