Serangan-serangan Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 871 warga Palestina sejak apa yang disebut sebagai gencatan senjata dimulai tahun lalu.
Serangan Israel di seluruh Jalur Gaza telah menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina, termasuk tiga orang di Deir el-Balah, serta korban lainnya di Khan Younis dan Beit Lahiya.
Serangan pada Minggu (17/5) di kota pusat Deir el-Balah menargetkan sebuah dapur komunitas, dan ketiga korban tewas adalah pekerja dapur komunitas tersebut, menurut laporan Hind Khoudary dari Gaza City.
“Ini menunjukkan bahwa Israel tidak hanya menargetkan orang-orang, tetapi juga organisasi yang melayani masyarakat di seluruh Gaza,” tambah Khoudary.
Menanggapi serangan yang sama, Hamas mengatakan bahwa itu adalah “kejahatan perang yang disengaja dan gambaran baru dari genosida yang terus berlangsung terhadap rakyat kami di Jalur Gaza”.
“Ini terjadi di tengah kebungkaman dan kelambanan internasional yang tidak dapat dibenarkan, yang justru mendorong pendudukan untuk terus melakukan pembantaian, dengan terang-terangan mengabaikan seluruh nilai, norma, dan hukum internasional,” kata pernyataan kelompok bersenjata tersebut.
Menurut statistik Kementerian Kesehatan Gaza yang dipublikasikan pada Minggu, perang genosida Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 72.760 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023, termasuk sedikitnya 871 orang sejak apa yang disebut gencatan senjata dimulai Oktober lalu.
Militer Israel menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza, yang dibatasi oleh zona penyangga yang disebut sebagai “garis kuning”.
Di zona tersebut pada Minggu, tentara Israel mengatakan pasukannya menewaskan seseorang yang — tanpa memberikan bukti — disebut bersenjata dan menimbulkan ancaman langsung bagi tentara.
Pernyataan militer itu juga menyebut seorang komandan Hamas tewas, dengan mengidentifikasi pria tersebut sebagai Bahaa Baroud. Belum ada konfirmasi langsung dari kelompok itu. (Al Jazeera)

Komentar