Dunia Islam
Beranda » Kolaborasi JIC-Pemkot Semarang Hadirkan Pameran Kaligrafi Internasional

Kolaborasi JIC-Pemkot Semarang Hadirkan Pameran Kaligrafi Internasional

SEMARANG (Erabaru.id)— Kolaborasi Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) atau Jakarta Islamic Centre (JIC) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menghadirkan Pameran Kaligrafi Internasional 2026. Pameran tersebut menjadi bagian dari Semarang Halal Fest 2026 sekaligus mendukung penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXXI di Semarang.

Pameran yang berlangsung pada 12–18 September 2026 di lantai dasar Mal Ciputra, kawasan Simpang Lima, Semarang, itu diikuti seniman dari 50 negara. Sebanyak lebih dari 250 karya kaligrafi dipamerkan dalam agenda tersebut.

Pameran secara resmi dibuka Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Kepala Divisi Sosial Budaya dan Ekonomi Syariah PPIJ, Sukri Kardjono, pada Ahad (13/9/2026).

Sukri mengapresiasi dukungan Pemkot Semarang terhadap penyelenggaraan pameran berskala internasional tersebut. Menurut dia, kegiatan itu dapat terlaksana berkat sinergi antara JIC dan jajaran pemerintah daerah.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Semarang, khususnya Ibu Wali Kota serta Dinas Koperasi dan UMKM yang telah memberikan dukungan luar biasa, termasuk secara teknis. Alhamdulillah, hari ini wujud kolaborasi tersebut dapat kita rasakan bersama,” ujar Sukri.

Dia berharap kerja sama JIC dan Pemkot Semarang tidak berhenti pada penyelenggaraan pameran. Menurut dia, sinergi tersebut dapat dikembangkan untuk memperkuat jejaring seni dan kebudayaan Islam di tingkat nasional maupun internasional.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti juga menyambut baik kolaborasi tersebut. Dia menilai kehadiran ratusan karya kaligrafi memperkaya rangkaian Semarang Halal Fest 2026.

Agustina mengatakan pameran tersebut juga menjadi suguhan bagi para kafilah MTQN XXXI yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran karya kaligrafi dari dalam dan luar negeri dinilai menambah warna kegiatan keislaman di Kota Semarang.

Dari total karya yang dipamerkan, sebanyak 70 merupakan karya kaligrafi internasional dan 180 karya seniman Indonesia. Karya-karya tersebut tidak hanya menggunakan kanvas sebagai media, tetapi juga mengeksplorasi bahan seperti kopi, pasta pualam, rotan sintetis, hingga tulang daun kupu-kupu.

Meski menggunakan medium yang beragam, karya-karya tersebut tetap mempertahankan pesan spiritual melalui seni khat Arab.

Selain pameran, kolaborasi JIC dan Pemkot Semarang juga diwujudkan melalui Seminar Kaligrafi Internasional. Forum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh kaligrafi dari berbagai negara, antara lain Director Culture to Art of India Gori Yusuf Husen, Maestro Khat Tsuluts Indonesia Ustaz Sahryansah Sirajuddin, dan Master Thezip Artist dari Turki Fatma Ulusoy.

Pembukaan pameran turut dihadiri Kepala Pusat PPIJ KH Muhyiddin Ishaq, Maestro Kaligrafi Arab KH Didin Sirojuddin AR, serta Ketua Umum DMI DKI Jakarta KH Ma’mun Al Ayyubi.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa momentum MTQN XXXI di Semarang tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Alquran. Kota tersebut juga menjadi ruang perjumpaan bagi seniman dan pegiat seni Islam dari berbagai negara untuk memperkenalkan serta mengembangkan seni peradaban Islam.

Berita Terkait

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *