Dunia Islam
Beranda » Kesaksian Kerabat Korban dan Media Pada Malam Solidaritas WNI yang Diculik Israel

Kesaksian Kerabat Korban dan Media Pada Malam Solidaritas WNI yang Diculik Israel

JAKARTA — Global Peace Convoy Indonesia bersama berbagai elemen masyarakat menggelar acara “Malam Solidaritas dan Doa Kemanusiaan untuk Gaza” di Aula Granadi, Kuningan, Jumat (22/5/2026). Acara tersebut secara khusus digelar sebagai bentuk solidaritas bagi sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat diculik Israel saat menjalankan misi kemanusiaan untuk Palestina.

Pembina Global Peace Convoy Indonesia,  Ustaz Bachtiar Nasir, menyampaikan apresiasi kepada kalangan media yang selama ini dinilai konsisten membangun dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Saya mengapresiasi para jurnalis atas kebersamaannya membangun narasi besar untuk pembebasan Palestina dan mengajak terus berkolaborasi bersama,” ujarnya dalam sambutan.

Ia juga mengajak berbagai kalangan profesional lain, termasuk praktisi hukum dan advokat, untuk ikut berkontribusi di panggung internasional dalam upaya membebaskan Al-Aqsa dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula beragam kesaksian dari keluarga korban penculikan serta insan media yang selama ini mengikuti perkembangan konflik di Gaza.

Salah satu kesaksian datang dari Sukrowati, ibunda relawan kemanusiaan asal Makassar, Andi Angga Sadewa (33), yang sebelumnya sempat diculik Israel.

“Hari ini, saya akhirnya bisa tersenyum melihat anak saya sudah dibebaskan, walaupun masih di Turki, belum sepenuhnya kembali ke Indonesia,” katanya dengan haru.

Menurut Sukrowati, sebelum berangkat menjalankan misi kemanusiaan, putranya sempat meyakinkannya bahwa doa sang ibu akan menjadi pelindung selama perjalanan.

“Anak saya bilang, kalau doa ibu mengiringi, semuanya akan baik-baik saja,” tuturnya.

Sementara itu, kesaksian dari kalangan media disampaikan oleh jurnalis senior Aiman Witjaksono dari iNews. Ia menegaskan dukungannya terhadap perjuangan Palestina tidak pernah berubah selama puluhan tahun menjalani profesi wartawan.

“Saya sudah menjadi wartawan selama 25 tahun dan perjuangan saya tidak bergeser atau berubah, 100 persen mendukung pembebasan Palestina,” ujarnya.

Ia juga menyebut industri media yang dipimpinnya mengalokasikan sepertiga pemberitaan untuk isu Palestina. Menurutnya, pihak media sengaja mengirim wartawan langsung ke wilayah konflik agar masyarakat dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

“Sebagai media, kita harus berani mengatakan yang benar walau pahit,” tegasnya.

Acara yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan media, relawan kemanusiaan untuk Palestina, hingga organisasi Islam tersebut, menghasilkan kesepakatan untuk terus menguatkan narasi perjuangan Palestina di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang semakin memanas.

“Kita harus terus fokus menyalakan narasi agar perjuangan pembebasan Palestina tidak padam,” tutup UBN inisiator acara ini.

(Yons Achmad/ERABARU.ID)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *